WASHINGTON Vatikan tidak akan berpartisipasi dalam inisiatif yang disebut “Board of Peace” atau “Dewan Perdamaian” oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, demikian diumumkan Kardinal Pietro Parolin, pejabat diplomatik tertinggi Vatikan. Ia menambahkan bahwa upaya untuk menangani situasi krisis seharusnya dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Paus Leo, paus AS pertama sekaligus kritikus beberapa kebijakan Trump, diundang untuk bergabung dengan dewan tersebut pada Januari.

Di bawah rencana Gaza Trump yang menghasilkan gencatan senjata rapuh pada Oktober, dewan tersebut dimaksudkan untuk mengawasi pemerintahan sementara Gaza. Trump kemudian mengatakan bahwa dewan itu, dengan dirinya sebagai ketua, akan diperluas untuk menangani konflik global.

Italia dan Uni Eropa telah menyatakan bahwa perwakilan mereka berencana hadir sebagai pengamat karena tidak bergabung dengan dewan tersebut.

Takhta Suci “tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian karena sifatnya yang khusus, yang jelas berbeda dengan negara-negara lain,” kata Parolin pada Selasa (17/2/2026), sebagaimana dilansir Reuters.

Salah satu kekhawatiran,” katanya, “adalah bahwa di tingkat internasional, PBB-lah yang seharusnya mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang telah kami tekankan.”

Banyak pakar hak asasi manusia mengatakan bahwa tindakan Trump yang mengawasi dewan untuk mengatur urusan wilayah asing menyerupai struktur kolonial. Dewan yang diluncurkan bulan lalu juga menghadapi kritik karena tidak memasukkan seorang pun warga Palestina.

Negara-negara bereaksi hati-hati terhadap undangan Trump, dengan para ahli khawatir dewan tersebut dapat melemahkan PBB. Beberapa sekutu Washington di Timur Tengah telah bergabung, tetapi sekutu Baratnya sejauh ini masih menjauh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *