SEPERTI dugaan banyak orang, perundingan Amerika–Iran gagal. Amerika terus memaksa Iran menghentikan program nuklir sekaligus mengintimidasi Iran di sela-sela perundingan yang tengah berlangsung.

Tak beda dengan Iran, negeri para Mullah ini langsung “ngegas” dengan tuntutan tinggi: meminta Amerika mencairkan aset beku Iran di sejumlah perbankan di berbagai negara. Iran juga mendesak Amerika untuk mengendalikan Israel.

Dari awal Iran tidak ingin berunding, tidak ingin gencatan senjata (ceasefire/al-hudnah). Sementara Presiden Trump terus mempublikasikan kesuksesan operasi Epic Fury, sembari menawarkan ceasefire dan perundingan berikutnya dengan berbagai rayuan kepada Iran.

Kalaupun kemudian perundingan dan ceasefire terlaksana, sejatinya, seperti disaksikan masyarakat dunia, hanyalah basa-basi, atau setidaknya “ambil napas” sesaat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *